Belajar Tentang Hidup
Kalau ingin merubah mentalitas manja, pergilah ke luar negeri. Terutama di
negara-negara industri maju. Karena hanya dengan mengenyam pengalaman langsung
lewat kehidupan sehari-hari baru bisa dirasakan efeknya. Banyak orang bisa saja
beranggapan hanya yang enak-enak bahwa hidup di negara maju itu “nyaman” dan
“gampang”. Padalah kenyamanan dan kegampangan itu tidak datang dengan gratis.
Ada biaya untuk itu.
Banyak pengalaman lain bisa diperoleh saat
hidup di negara orang. Misalnya ethos kerja, disiplin, cara mengelola
waktu, cara bergaul, cara menghargai orang lain, kebebasan berpendapat, sikap
profesional, cara pikir logis dan rasionil dan lain-lain. Bahkan cara berjalan
pun bisa dipelajari. Karena setiap orang sepertinya kalau berjalan
tergesa-gesa. Semua serba harus cepat dan tepat waktu.
Pengelolaan waktu adalah hal yang sangat
penting untuk bisa hidup dengan baik. Jika tidak bisa mengelola waktu
dengan baik, pada akhir minggu akan terasa beban makin berat. Kerjaan numpuk,
badan capek, tidak bisa santai dan sebagainya. Dan hal ini makin
bertambah-tambah jika tidak segera diatasi.
Dan paling penting lagi adalah belajar
untuk hidup mandiri tidak tergantung pada siapapun. Inilah hal paling berat
bagi orang Indonesia yang baru beberapa bulan tinggal di Sydney. Alam kehidupan
yang lebih sosial di Indonesia tidak bisa sepenuhnya bisa dijalankan. Kehidupan
di negara barat lebih individualis. Tidak ada orang lain yang akan
menolong selain diri sendiri. Tidak ada orang yang mencampuri urusan
orang lain tanpa ijin.
Saat tinggal di negara individualis dan
serba cepat harus pandai mencari cara untuk menghibur diri sendiri. Waktu harus
diciptakan untuk diri sendiri. Kepandaian menikmati hiburan, meski sendiri juga
merupakan sebuah skill yang amat bermanfaat untuk hidup di negara individualis.
Sejak kecil orang barat terbiasa hidup
secara individualis. Kalau tidak pandai menghibur diri, orang bisa mengalami
rasa kesepian kronis. Hal ini sering terjadi pada orang-orang yang datang dari
negara yang masyarakatnya punya kekerabatan sosial baik dan kemudian tinggal di
Australia. Bahkan ada yang berakhir dengan tragis, mengakhiri rasa kesepiannya
dengan bunuh diri. Kasus ini banyak terjadi pada imigran yang tinggal di daerah
luar kota dan menikah dengan orang Australia. Masalah bahasa dan budaya
termasuk masalah utama dan berat untuk dilakukan penyesuaian.
NP: Banyak banget sebenarnyanya pelajaran yg bisa kita ambil dari cara kehidupan orang2 yg ada di negara lain, apalagi negara maju. Contohnya aja bisa aku rasain waktu beberapa hari yg lalu pas pergi ke Singapura *beda banget pokoknya (> <)
oh iya.... ada yg kelupaan, artikel mengenai pendidikannya bisa dibaca dilink yg sudah dicantumkan!! >0</
ReplyDeletesedih sebenarnya klw melihat kenyataan kehidupan di luar negeri dibandingkan dengan indonesia, gk perlu jauh2 cari contoh cukup di negara tetangga, zzzzzzzzzzzz
ReplyDeleteSusah cari makanan yg berasa, ya ki? :D
ReplyDeleteNanti mah kita bawa mie sebanyak-banyaknya biar ga kelaparan, hahaha......